Penelitian Krisis identitas di kalangan kaum muda merupakan fenomena yang semakin nyata di era moderen. Perubahan sosial yang cepat, pergeseran budaya, dan pesatnya teknologi digital membuat kaum muda sering menghadapi tekana dari berbagai arah, baik dari keluarga, lingkungan pergaulan, maupun media sosial. Jika tidak di dampingi, kondisi ini bisa memicu kebingungan, kehilangan arah hidup, hingga prilaku menyimpang. Artikel jurnal ini bertujuan untuk mengkaji dinamika krisis identitas kaum muda secara kritis dan merumuskan tanggapan pastoral Gereja yang relevan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui studi literatur dan refleksi teologis. Hasil kajian menunjukan bahwa krisis identitas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor luar, tetapi juga akibat kurangnya pendampingan di dalam komunitas iman. Oleh karena itu, Gereja memiliki peran strategis untuk menghadirkan pelayanan pastoral yang utuh, dialogis, dan trasformatif melalui pendampingan personal, pembinaan iman yang kontesktual, serta penciptaan komunitas yang inklusif.
Copyrights © 2026