Kesehatan mental para siswa menjadi salah satu elemen krusial dalam pendidikan, terutama saat tekanan akademis dan tuntutan belajar semakin meningkat. Salah satu metode yang bisa diterapkan untuk mendukung siswa dalam menghadapi beban tersebut adalah coping religius, yang berarti menggunakan kepercayaan, nilai-nilai, dan praktik agama sebagai strategi untuk mengatasi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan coping religius dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, memahami bagaimana siswa mengalami penggunaan coping religius saat menghadapi tekanan belajar, dan mengevaluasi kontribusi coping religius dalam menjaga kesehatan mental siswa dari sudut pandang psikologi pendidikan Islam. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi agar dapat memahami pengalaman subjektif siswa dalam menafsirkan praktik keagamaan sebagai cara untuk menghadapi tekanan akademik. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa pembelajar Pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual seperti kesabaran, rasa syukur, dan tawakal, serta praktik ibadah seperti salat, doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an dapat membantu siswa dalam mengelola stres belajar, meredakan emosi, dan meningkatkan ketahanan mental. Oleh karena itu, coping religius memiliki peran yang signifikan dalam membantu siswa untuk menjaga keseimbangan psikologis melalui penguatan spiritualitas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
Copyrights © 2026