Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan kurikulum berbasis cinta terhadap tingkat empati dan perilaku sosial siswa. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan nilai kasih sayang, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa sekolah yang telah menerapkan kurikulum tersebut dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum berbasis cinta memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan empati siswa, yang ditandai dengan kemampuan memahami perasaan orang lain, serta meningkatnya perilaku sosial seperti kerja sama, tolong-menolong, dan sikap saling menghargai. Dengan demikian, kurikulum berbasis cinta dapat menjadi alternatif strategis dalam membentuk karakter siswa yang lebih humanis dan berakhlak mulia.
Copyrights © 2026