Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan sosial keagamaan, terutama di tengah tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk Provinsi Banten. Dalam konteks tersebut, organisasi perempuan Islam memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian perempuan melalui berbagai aktivitas dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) dalam pemberdayaan perempuan melalui kegiatan dakwah di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatayat NU berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan melalui tiga bidang utama. Pertama, bidang pendidikan yang diwujudkan melalui pengajian rutin, seminar keagamaan, dan pembinaan kader sebagai implementasi fungsi tarbiyah. Kedua, bidang ekonomi melalui pelatihan kewirausahaan dan pengembangan UMKM yang mencerminkan dakwah bil hal. Ketiga, bidang sosial, hukum, dan kesehatan melalui pendampingan korban kekerasan, edukasi kesehatan reproduksi, serta penyuluhan sosial yang sejalan dengan konsep tathwir. Berbagai program tersebut terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, serta partisipasi perempuan dalam kehidupan sosial keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Fatayat NU berhasil mereaktualisasikan dakwah dari aktivitas yang bersifat verbal menjadi gerakan pemberdayaan yang transformatif. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan model pemberdayaan perempuan berbasis organisasi keagamaan melalui integrasi fungsi tarbiyah, dakwah bil hal, dan tathwir pada tingkat lokal.
Copyrights © 2026