Keberadaan manusia dengan riwayat gangguan jiwa atau yang sering dikenal dengan ODGJ menjadi suatu permasalahan sosial yang dinilai cukup urgen. Permasalahan ini terjadi karena adanya gangguan baik secara fisik maupun emosional yang dialami seorang ODGJ yang kurang lebih turut memengaruhi perkembangan psikis dan kepribadiannya. Salah satu cara yang ditawarkan untuk mengatasi kasus ini adalah dengan melakukan rehabilitasi mental dan psikis di panti ODGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran panti St Dymphna dalam menangani kasus ODGJ di wilayah maumere. Dengan menjadikan panti St Dymphna sebagai locus utama, penelitian ini berupaya untuk melihat dan menijau sejauh mana panti berkontribusi sebagai pusat rehabilitasi bagi para ODGJ di wilayah Maumere. Dalam hal ini peneliti berusaha untuk mengamati secara cermat fenomena ODGJ dari prespektif filosofis menurut pandangan Michel Foucault dan mengaitkannya dengan peran lembaga panti St Dymphna dalam menangani ODGJ di wilayah Maumere. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dibuat dengan melakukan wawancara bersama beberapa informan yang turut berkontribusi bagi perkembangan dan keberlangsungan panti. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata ODGJ di wilayah Maumere mengalami tekanan psikologis akibat depresi dan stres yang menyebabkan psikis dan mental mereka terganggu. Sehingga untuk mengatasi hal ini mereka perlu mendapat perhatian melalui pembinaan khusus di panti yang dinilai mampuh memulihkan mental dan psikis serta mengembalikan kepercayaan diri mereka yang hilang karena stigma buruk yang diberikan kepada ODGJ. Hasil penelitian ini dinilai relevan dengan teori Mchel Foucault yang melihat kondisi kegilaan sebagai kondisi dimana manusia kehilangan kekuasaan atas dirinya sendiri.
Copyrights © 2026