Perkembangan media sosial yang ditandai dengan kecepatan dan kemudahan akses informasi membentuk budaya instan yang memengaruhi pola belajar remaja sekolah menengah. Kondisi ini berpotensi melemahkan kemandirian belajar, terutama dalam hal pengelolaan waktu, fokus, dan ketekunan belajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh budaya instan media sosial terhadap kemandirian belajar remaja SMA serta menganalisis peran regulasi diri (self-regulated learning) melalui penerapan metode Pomodoro sebagai strategi penguatan kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah teori psikologi pendidikan dan hasil penelitian empiris yang relevan dengan kemandirian belajar, regulasi diri, budaya instan media sosial, dan metode Pomodoro. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya instan media sosial cenderung berdampak negatif terhadap kemandirian belajar melalui penurunan kemampuan fokus dan disiplin belajar. Namun, penguatan regulasi diri melalui penerapan metode Pomodoro dapat membantu siswa mengelola waktu belajar, mempertahankan konsentrasi, serta meningkatkan kontrol diri dalam proses belajar. Dengan demikian, metode Pomodoro berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang aplikatif dan relevan untuk mendukung kemandirian belajar remaja SMA di tengah tantangan budaya instan media sosial.
Copyrights © 2026