Penelitian ini menganalisis proses transformasi Tenun Melayu di Rumah Tenun Kampung Bandar sebagai bentuk adaptasi budaya dan penguatan ekonomi kreatif lokal. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, penelitian ini menemukan bahwa transformasi tenun berlangsung secara evolutif melalui lima tahap utama: pelestarian, adaptasi, inovasi, komodifikasi, dan globalisasi. Tenun Melayu tidak lagi sekadar simbol adat, melainkan menjadi identitas kolektif dan sumber ekonomi masyarakat, terutama bagi perempuan. Dukungan pemerintah, digitalisasi pemasaran, serta inovasi desain memperkuat keberlanjutan industri ini. Namun, keterbatasan modal, regenerasi pengrajin muda, dan ancaman produk imitasi menjadi hambatan utama. Secara keseluruhan, Tenun Melayu terbukti mampu mengintegrasikan nilai budaya dan ekonomi secara berkelanjutan, menjadikannya model ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang memberdayakan perempuan dan menjaga identitas budaya Melayu.
Copyrights © 2026