Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok, kenaikan suku bunga global, serta dinamika geopolitik internasional telah memberikan tekanan terhadap stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. Pelemahan nilai tukar rupiah sering kali dijadikan indikator kerentanan ekonomi nasional dan diperkuat oleh berkembangnya perang narasi ekonomi yang berpotensi memengaruhi persepsi publik dan investor. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi gejolak global, mengidentifikasi faktor penyebab pelemahan rupiah, membandingkan kondisi ekonomi saat ini dengan krisis moneter tahun 1998, serta merumuskan strategi penguatan ketahanan ekonomi nasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang jauh lebih kuat dibandingkan tahun 1998, ditandai dengan independensi Bank Indonesia, inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang memadai, sistem perbankan yang sehat, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih baik. Tantangan terbesar bukan hanya berasal dari tekanan eksternal, tetapi juga perang narasi ekonomi yang dapat menciptakan kepanikan kolektif apabila tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan ketahanan ekonomi berbasis ekonomi Pancasila, transformasi digital, hilirisasi industri, dan peningkatan literasi ekonomi masyarakat
Copyrights © 2026