Kesadaran bahwa pembangunan ekonomi yang mengorbankan perubahan iklim tidak berkelanjutan telah memaksa banyak perekonomian dan sistem keuangan di seluruh dunia untuk beralih ke sumber pendanaan yang lebih ramah lingkungan guna memastikan pertumbuhan yang tangguh dan berkelanjutan dengan jejak lingkungan yang minimal. Degradasi lingkungan hidup, hilangnya keanekaragaman hayati secara masif, serta peningkatan emisi gas rumah kaca global mengharuskan adanya integrasi yang erat antara agenda pembangunan nasional dengan pembiayaan iklim. Sektor jasa keuangan memegang peran krusial melalui instrumen keuangan hijau (green finance) sebagai bagian integral dari keuangan berkelanjutan guna memastikan keselarasan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam semesta. Pendekatan ini menganalisis strategi penerapan keuangan berkelanjutan dari perspektif Al-Qur'an melalui tiga dimensi utama yaitu ekonomi (profit), sosial (people), dan lingkungan hidup (planet). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif melalui studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an secara komprehensif menggariskan prinsip keadilan distribusi, pelarangan eksploitasi berlebihan, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah fi al-ardh demi mencapai kemaslahatan publik (maslahah mursalah) yang holistik.
Copyrights © 2026