Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media digital interaktif dalam mengembangkan kemampuan literasi anak usia dini di era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) terhadap 23 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2026, bersumber dari berbagai database akademik seperti Google Scholar, SpringerLink, ERIC, dan JSTOR. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital interaktif, yang mencakup permainan edukatif berbasis digital, augmented reality (AR), buku cerita digital interaktif, dan aplikasi pembelajaran, terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini secara multidimensi, meliputi keaksaraan awal, literasi bahasa, literasi numerasi, literasi digital, serta literasi keuangan. Media-media tersebut mampu meningkatkan keterlibatan aktif anak dalam belajar, memotivasi minat belajar, dan menstimulus perkembangan kognitif serta bahasa anak. Namun demikian, efektivitas penggunaannnya sangat bergantung pada kompetensi pendidik dalam mengintegrasikan media tersebut secara pedagogis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan media digital interaktif perlu diposisikan bukan sekadar alat teknologi, melainkan sebagai ekosistem pembelajaran yang menempatkan anak sebagai subjek aktif dan guru sebagai pengendali pedagogis, sejalan dengan prinsip human-centered learning dalam era Society 5.0.
Copyrights © 2026