Ketidakpatuhan terhadap instruksi terapi merupakan salah satu penyebab utama kegagalan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kepatuhan terhadap pengobatan, faktor-faktor terkait, serta memenuhi syarat kadar gula darah puasa di dua puskesmas yang berada di Kabupaten Sleman. Desain studi observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 122 pasien DM tipe 2 yang dipilih dengan metode purposive sampling pada periode November hingga Desember 2024 di Puskesmas Sleman dan Puskesmas Ngemplak 1. Instrumen Morisky-Green-Levine Scale (MGLS) yang sudah tervalidasi digunakan untuk menilai selesainya pengobatan. Selain dengan kuesioner, data tambahan diperoleh dari wawancara langsung dan rekam medis. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 54,9% partisipan memiliki tingkat kepatuhan pengobatan sedang (2,07±1,137). Jenis kelamin (P=0,005) ditemukan sebagai faktor prediktor yang signifikan terhadap kepatuhan pengobatan, didukung dengan data bahwa laki-laki mendominasi kelompok dengan tingkat kepatuhan rendah (54,8%). Sebanyak 81,8% partisipan yang berhasil mencapai target glukosa darah puasa menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi. Terdapat hubungan antara kepatuhan terhadap outcome klinik (p=0,008). Berdasarkan hal tersebut, apoteker dan tenaga kesehatan lainnya dapat lebih besar dalam mendorong dan mengedukasi pasien agar mematuhi pengobatan dengan baik, sehingga mencapai hasil klinik yang lebih optimal.
Copyrights © 2026