Sumber daya manusia merupakan aset strategis yang menentukan keberhasilan organisasi publik, termasuk Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang berperan menjaga integritas demokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, komitmen organisasi, dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Bawaslu Kabupaten Ponorogo, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling jenuh terhadap seluruh populasi yang berjumlah 31 pegawai. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (t = 3,997; sig. 0,000), komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan (t = 5,311; sig. 0,000), dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan (t = 6,074; sig. 0,000). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (F = 25,075; sig. 0,000) dengan koefisien determinasi 73,6%, sedangkan 26,4% dipengaruhi faktor lain di luar model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja pegawai Bawaslu Kabupaten Ponorogo memerlukan pengelolaan kepemimpinan yang efektif, penguatan komitmen organisasi, dan pengembangan budaya organisasi yang berorientasi pada integritas dan profesionalisme.
Copyrights © 2026