Fenomena sosial keagamaan yang berkembang di masyarakat, khususnya dalam interaksi dengan teks al-Qur’an, merupakan realitas yang kompleks dan memerlukan kajian multidisipliner agar dapat dipahami secara utuh. Berbagai praktik, pemaknaan, dan respons masyarakat terhadap al-Qur’an tidak hanya berkaitan dengan aspek normatif, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya. Oleh karena itu, teori sosiologi agama dan antropologi agama, terutama Interaksionisme Simbolik dan Resepsi Living Qur’an, menjadi pendekatan yang relevan untuk menjelaskan dinamika tersebut. Penelitian ini menggunakan metode induktif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan kedua teori melalui analisis konseptual. Data dianalisis secara sistematis guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara simbol, makna, dan praktik keberagamaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori Resepsi dalam Living Qur’an memiliki keterkaitan erat dengan teori Interaksionisme Simbolik, bahkan dapat dipandang sebagai bagian yang mengembangkan perspektif tersebut dalam studi al-Qur’an. Kedua teori ini bersifat saling melengkapi sehingga sangat memungkinkan untuk dikombinasikan sebagai kerangka analisis dalam mengkaji fenomena Living Qur’an di masyarakat.
Copyrights © 2026