Perkembangan arsitektur modern seringkali mengabaikan nilai-nilai lokal yang telah terbukti adaptif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi kearifan lokal dalam perancangan arsitektur berkelanjutan di Luwuk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur, observasi lapangan, dan analisis komparatif terhadap bangunan tradisional dan bangunan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal seperti orientasi bangunan, penggunaan material alami, sistem ventilasi alami, serta adaptasi terhadap iklim tropis memiliki peran penting dalam mendukung prinsip keberlanjutan. Integrasi konsep tersebut dalam desain arsitektur modern dapat meningkatkan efisiensi energi, kenyamanan termal, serta keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan kontekstual berbasis budaya lokal dalam praktik perancangan arsitektur di Luwuk.
Copyrights © 2026