Industri kimia memiliki kompleksitas bahaya operasional tinggi yang memerlukan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat guna mencegah kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja. PT X telah menerapkan safety induction melalui media audiovisual, namun observasi lapangan menunjukkan adanya tantangan berupa rendahnya fokus dan atensi peserta selama sesi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan safety induction melalui penerapan instrumen evaluasi digital guna meningkatkan atensi peserta serta mengidentifikasi kesenjangan pemahaman secara presisi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan pemecahan masalah operasional (problem-solving). Data dikumpulkan melalui teknik total sampling terhadap 15 orang pekerja baru dan kontraktor di fasilitas produksi PT X, Gresik. Intervensi dilakukan dengan mewajibkan peserta mengisi kuesioner digital berbasis Google Form yang diakses melalui pemindaian QR Code segera setelah sesi induksi berakhir. Implementasi ini terbukti efektif dengan tercapainya tingkat partisipasi kelompok sebesar 100% dan peningkatan disiplin peserta secara signifikan selama penayangan materi. Namun, hasil kuesioner mendeteksi adanya variasi tingkat pemahaman pada materi kritis, di mana tingkat kesalahan tertinggi ditemukan pada topik Safety Permit (53,3%), diikuti oleh materi Confined Space (66,7%), dan prosedur Lock Out Tag Out / LOTO (73,3%).
Copyrights © 2026