Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kendala yang dialami guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPS di beberapa SMP Negeri di Kabupaten Ngawi, baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat dan pendorong keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPS yang ditinjau dari ketiga aspek tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran angket kepada guru IPS sebagai responden. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penghambat pada aspek perencanaan meliputi kesulitan dalam mengidentifikasi capaian pembelajaran dan menentukan metode pembelajaran. Pada aspek pelaksanaan, kendala yang dihadapi berupa kesulitan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi serta rendahnya keterlibatan siswa. Sementara pada aspek penilaian, hambatan meliputi kesulitan dalam melaksanakan penilaian formatif secara menyeluruh dan kurangnya variasi teknik penilaian sumatif. Adapun faktor pendorong keberhasilan pada aspek perencanaan meliputi kesiapan guru, pelatihan dan pengembangan profesional, serta kolaborasi antar guru. Pada aspek pelaksanaan, faktor pendorong berupa penerapan metode dan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif, meningkatnya partisipasi serta kolaborasi siswa, serta tersedianya fasilitas yang memadai. Pada aspek penilaian, faktor pendorong meliputi pelaksanaan penilaian formatif secara rutin dan berkelanjutan serta penyusunan penilaian sumatif yang selaras dengan capaian pembelajaran dan mencakup seluruh kompetensi siswa.
Copyrights © 2026