This study aims to analyze the role of motivation in shaping responsible consumption behavior through the perspectives of rationality and welfare in Islamic economics. The study is motivated by the increasing tendency of consumerist behavior in society, where consumption decisions are often driven by desires rather than actual needs. Therefore, a deeper understanding of rationality and motivation based on Islamic principles is required. This research employs a qualitative approach using the library research method. Data were collected from various secondary sources, including academic journals, books, research reports, and other relevant scholarly publications. The data were analyzed through systematic processes of collection, review, and interpretation to gain a comprehensive understanding of rationality, motivation, and responsible consumption in Islamic economics. The findings reveal that rationality in Islamic economics is not merely oriented toward individual interests and utility maximization but also considers social welfare, adherence to Islamic law, and well-being in both worldly and eternal life. Consumption motivation in Islam should be based on the fulfillment of genuine needs, guided by the principles of halal and tayyib, while avoiding excessive consumption (israf) and wastefulness (tabdzir). Responsible consumption can be implemented through the adoption of a halal lifestyle, avoidance of prohibited practices such as maysir (gambling), gharar (uncertainty), and riba (usury), as well as balancing personal consumption with social responsibility through charity and acts of benevolence. Therefore, rationality and motivation serve as essential foundations for promoting responsible consumption behavior and achieving falah, or holistic well-being. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran motivasi dalam membentuk perilaku konsumsi yang bertanggung jawab melalui perspektif rasionalitas dan kesejahteraan dalam ekonomi Islam. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kecenderungan perilaku konsumtif masyarakat yang sering kali didasarkan pada keinginan daripada kebutuhan, sehingga diperlukan pemahaman mengenai konsep rasionalitas dan motivasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan sumber akademik lainnya yang relevan dengan tema penelitian. Analisis dilakukan melalui proses pengumpulan, pengkajian, dan interpretasi data secara sistematis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep rasionalitas, motivasi, dan konsumsi yang bertanggung jawab dalam ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasionalitas dalam ekonomi Islam tidak hanya berorientasi pada kepentingan individu dan maksimalisasi kepuasan, tetapi juga mempertimbangkan kemaslahatan sosial, kepatuhan terhadap syariat, dan kesejahteraan dunia serta akhirat. Motivasi konsumsi yang sesuai dengan prinsip Islam harus didasarkan pada pemenuhan kebutuhan yang nyata, berlandaskan prinsip halal dan thayyib, serta menghindari perilaku israf dan tabdzir. Implementasi konsumsi yang bertanggung jawab dapat diwujudkan melalui penerapan gaya hidup halal, menghindari praktik yang mengandung unsur maysir, gharar, dan riba, serta menyeimbangkan aktivitas konsumsi dengan kepedulian sosial melalui sedekah dan berbagi kebaikan. Dengan demikian, rasionalitas dan motivasi menjadi fondasi penting dalam mewujudkan perilaku konsumsi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada tercapainya falah atau kesejahteraan yang menyeluruh.
Copyrights © 2026