KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan
Vol. 6 No. 2 (2026)

DEKONSTRUKSI NARASI MARGINALISASI PEREMPUAN ARAB PRA-ISLAM: STUDI KRITIS TERHADAP OTORITAS EKONOMI KHADIJAH BINTI KHUWAILID

Desti Fajriyanti (Universitas Islam Negeri Profesor K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto)
Kholid Mawardi (Universitas Islam Negeri Profesor K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto)



Article Info

Publish Date
16 Jun 2026

Abstract

ABSTRACT The dominant narrative of pre-Islamic Arab society often portrays women as a group that was entirely marginalized in economic, social, and political spheres. However, this perspective tends to overlook the diversity of women's experiences during that period, particularly the existence of women who possessed economic authority and independence. The limited number of studies addressing this issue indicates the need for a more critical and balanced interpretation of history. This study aims to deconstruct the narrative of women's marginalization in pre-Islamic Arabia through an analysis of the economic authority of Khadijah bint Khuwaylid. The research employs a descriptive qualitative approach based on a literature review, utilizing secondary sources such as academic journals, books, and scholarly works relevant to the topic. Data were analyzed thematically by identifying dominant narratives about pre-Islamic women, examining evidence of Khadijah’s economic authority, and interpreting the findings through Saba Mahmood’s theory of women’s agency and Fatima Mernissi’s Islamic feminist perspective. The findings reveal that Khadijah possessed strong economic, social, and moral capacities as a successful merchant and influential figure in Meccan society. These findings demonstrate that pre-Islamic Arab women cannot be understood solely as passive and marginalized actors. Therefore, the history of pre-Islamic Arab women should be interpreted more critically, contextually, and free from overly simplified patriarchal narratives. ABSTRAK Narasi mengenai perempuan Arab pra-Islam selama ini cenderung menggambarkan mereka sebagai kelompok yang sepenuhnya termarginalkan dalam aspek ekonomi, sosial, dan politik. Namun, pandangan tersebut sering kali mengabaikan keragaman pengalaman perempuan pada masa itu, terutama keberadaan tokoh-tokoh yang memiliki otoritas dan kemandirian ekonomi. Keterbatasan kajian yang menelaah aspek tersebut menunjukkan adanya kebutuhan untuk melakukan pembacaan sejarah yang lebih kritis dan proporsional. Penelitian ini bertujuan mendekonstruksi narasi marginalisasi perempuan Arab pra-Islam melalui analisis terhadap otoritas ekonomi Khadijah binti Khuwailid. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dengan memanfaatkan berbagai sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dan karya akademik yang relevan. Data dianalisis secara tematik melalui identifikasi narasi dominan tentang perempuan pra-Islam, penelusuran bukti-bukti otoritas ekonomi Khadijah, serta interpretasi menggunakan teori agensi perempuan Saba Mahmood dan perspektif feminisme Islam Fatima Mernissi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Khadijah merupakan perempuan yang memiliki kapasitas ekonomi, sosial, dan moral yang kuat sebagai saudagar sukses dan figur berpengaruh di masyarakat Makkah. Temuan ini menegaskan bahwa perempuan Arab pra-Islam tidak dapat dipahami sebagai kelompok yang sepenuhnya pasif dan terpinggirkan. Oleh karena itu, sejarah perempuan Arab pra-Islam perlu dibaca secara lebih kritis, kontekstual, dan bebas dari penyederhanaan narasi patriarkal.

Copyrights © 2026