Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran layanan konseling individu dalam membantu mengatasi dampak broken home terhadap motivasi belajar siswa di SMP Negeri 16 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pelaksanaan konseling individu. Subjek penelitian adalah seorang siswa berinisial M kelas X (E3) yang mengalami penurunan motivasi belajar akibat kondisi keluarga yang tidak harmonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi broken home berdampak pada menurunnya semangat belajar, kurangnya fokus dalam pembelajaran, serta rendahnya interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah. Melalui layanan konseling individu, siswa mulai menunjukkan perubahan positif seperti lebih terbuka dalam berkomunikasi, meningkatnya kepercayaan diri, dan munculnya kembali motivasi belajar. Selain itu, dukungan guru BK, wali kelas, dan lingkungan sekolah yang kondusif turut membantu proses penyesuaian diri siswa. Dengan demikian, layanan konseling individu dapat membantu siswa broken home dalam meningkatkan motivasi belajar dan penyesuaian sosial di sekolah.
Copyrights © 2026