Era disrupsi digital membawa tantangan kompleks bagi Raudhatul Athfal (RA) berupa risiko degradasi karakter anak usia dini dan munculnya technostress pada pendidik. Kondisi ini menuntut kapasitas kepemimpinan yang adaptif dari Kepala RA. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan adaptif (adaptive leadership) bagi para Kepala RA di Kecamatan Cakung dalam mengawal program penguatan karakter anak di era digital. Mitra sasaran kegiatan ini adalah 35 Kepala RA se-Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, dengan pusat pelaksanaan di RA Al-Madinah Cakung pada 9 Juni 2026. Metode pelaksanaan intervensi menggunakan pendekatan andragogi yang meliputi tahap persiapan (analisis situasi), tahap pelaksanaan (pre-test, pemaparan materi instruksional, workshop rencana aksi), dan tahap evaluasi kuantitatif-kualitatif. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kepemimpinan adaptif peserta yang sangat signifikan secara statistik ($\text{p-value} = 0,000$). Nilai rata-rata kumulatif peserta melonjak dari 20,06 pada saat pre-test menjadi 34,26 pada saat post-test, dengan capaian efektivitas indeks N-Gain Score sebesar 0,71 (Kategori Tinggi). Analisis per dimensi menunjukkan aspek mempertahankan fokus strategis moral keislaman meraih skor tertinggi, sementara kemampuan mengelola stres organisasi akibat transisi teknologi menjadi titik kritis yang masih memerlukan pendampingan berkelanjutan. Luaran kegiatan ini menghasilkan draf dokumen rencana aksi (action plan) taktis sekolah yang siap diimplementasikan demi mewujudkan generasi emas yang melek teknologi dan berakhlak mulia.
Copyrights © 2026