Penelitian ini bertujuan menggali nilai edukatif melalui pendekatan etnopedagogi pada tradisi khitanan di Desa Andamui Masjid, Kota Serang. Menggunakan metode kualitatif etnografi deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan tokoh agama serta masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi khitanan bukan sekadar kewajiban syariat, melainkan medium pendidikan karakter komprehensif. Terdapat tiga tahapan utama yang sarat makna: fase persiapan berupa ritual mandi kembang untuk menanamkan nilai spiritual kesucian, fase pelaksanaan yang diiringi tradisi saweran guna mendidik jiwa sosial dan kedermawanan, serta fase pemulihan menggunakan kipasan daun kelor sebagai bentuk dukungan psikologis dan terapi trauma. Kesimpulannya, masyarakat desa berhasil mengintegrasikan ajaran Islam dan kearifan lokal sebagai model literasi moral yang efektif bagi generasi penerus.
Copyrights © 2026