Latar Belakang: Perilaku Attention Deficit Hyperactivity Disorder pada anak prasekolah dapat memengaruhi fungsi sosial dan akademik. Intervensi nonfarmakologis berbasis permainan berpotensi membantu mengurangi masalah tersebut.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental one-group pretest–posttest. Sampel berjumlah 31 anak yang teridentifikasi berisiko Attention Deficit Hyperactivity Disorder berdasarkan Abbreviated Conners’ Teacher Rating Scale (ACTRS). Intervensi diberikan selama 15–20 menit per sesi, tiga kali per minggu selama dua minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank dengan tingkat signifikansi p < 0,05.Hasil: Sebelum intervensi, hampir seluruh responden 90,3% berada pada kategori kemungkinan Attention Deficit Hyperactivity Disorder, sedangkan setelah intervensi sebagian besar 58,1% berada pada kategori normal. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi p < 0,05.Kesimpulan Permainan lari warna dan tugas berpengaruh dalam menurunkan perilaku Attention Deficit Hyperactivity Disorder dan berpotensi sebagai intervensi nonfarmakologis yang sederhana dan aplikatif di pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2026