Latar Belakang: Stunting masih menjadi prioritas nasional karena berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Kabupaten Sumedang menargetkan Zero New Stunting. Prevalensi turun dari 27,6% (2022) menjadi 14,4% (2023), namun naik menjadi 17,1% (2024) (SSGI), sementara data penimbangan balita turun dari 8,27% menjadi 7,32%. Fluktuasi menunjukkan target belum tercapai dan memicu salah sasaran intervensi, sehingga evaluasi strategi Dinas Kesehatan mendesak dilakukan.Metode: Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap 4 orang informan dan analisis data sekunder.Hasil: Dinas Kesehatan telah melaksanakan intervensi seperti pemantauan tumbuh kembang, suplementasi gizi, edukasi keluarga, dan pemberian makanan tambahan. Hambatan meliputi aspek struktural, kultural, dan sistemik, terutama koordinasi lintas sektor. Strategi dilakukan secara berbasis data, evaluatif, dan kolaboratif melalui penguatan kepemimpinan, tenaga kesehatan, layanan primer, serta digitalisasi e-SIMPATI.Kesimpulan: Perlu penguatan berbasis komunitas, peningkatan koordinasi lintas sektor (pentahelix), penguatan peran kecamatan, serta optimalisasi sistem pencatatan digital terintegrasi.
Copyrights © 2026