Pencemaran sungai merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang paling mendesak di Indonesia, terutama di kawasan padat penduduk dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber dan karakteristik pencemaran sungai akibat limbah domestik dan industri, serta mengkaji peran dan kontribusi masyarakat dalam upaya pengendalian dan pemulihan kualitas lingkungan perairan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif dengan tinjauan literatur sistematis terhadap 47 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa limbah domestik menyumbang sekitar 62% dari total beban pencemar sungai, diikuti oleh limbah industri (28%) dan limbah pertanian (10%). Parameter pencemar utama yang teridentifikasi meliputi Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Total Suspended Solid (TSS), logam berat (Pb, Cd, Hg), serta bakteri Escherichia coli. Partisipasi masyarakat yang terorganisir melalui program Bank Sampah, komunitas peduli sungai, dan kemitraan dengan pemerintah daerah terbukti mampu menurunkan indeks pencemaran hingga 34% dalam kurun waktu tiga tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan terpadu yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta merupakan strategi yang paling efektif dalam pemulihan kualitas sungai secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026