Kemajuan industri penyiaran televisi di Indonesia telah mendorong lahirnya berbagai format program yang semakin kompleks dan beragam. Salah satu pendekatan teknis yang paling umum diterapkan dalam produksi program televisi, khususnya program non-drama, adalah teknik multi camera. Teknik ini memungkinkan pengambilan gambar dari berbagai sudut secara bersamaan menggunakan lebih dari satu kamera yang terhubung dalam satu sistem terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam tahapan persiapan produksi program televisi dengan menggunakan teknik multi camera, mencakup pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap buku, jurnal ilmiah, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan produksi program televisi dengan teknik multi camera sangat bergantung pada kualitas perencanaan di tahap pra produksi, yang meliputi penyusunan naskah, floor plan, camera script, serta penentuan peralatan teknis dan sumber daya manusia. Tahap produksi memerlukan koordinasi tinggi antara pengarah acara (PD/PA), operator kamera, dan seluruh kru di lantai studio maupun ruang kontrol. Sementara tahap pasca produksi mencakup proses editing, mixing audio, serta distribusi program ke platform siaran. Integrasi ketiga tahapan tersebut menjadi kunci utama dalam menghasilkan program televisi yang berkualitas, dinamis, dan kompetitif.
Copyrights © 2026