Penelitian ini mengevaluasi masalah lingkungan sekolah dan kendala pembelajaran di SMA Negeri 10 Medan berdasarkan pengalaman guru dan siswa. Fokus kajian meliputi kondisi lingkungan fisik, pengaruh fasilitas terhadap kenyamanan belajar, kedisiplinan siswa, serta respons guru terhadap berbagai dinamika tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode campuran (mixed-methods). Data diperoleh melalui observasi, wawancara guru, dokumentasi, dan angket kepada siswa. Sebanyak 56 siswa dan guru utama menjadi responden untuk memberikan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan sekolah sangat memengaruhi kenyamanan dan efektivitas pembelajaran. Keterbatasan sarana seperti minimnya kipas angin, daya listrik terbatas, internet tidak stabil, dan gangguan suara dari luar menjadi hambatan utama. Ruang kelas yang gerah menurunkan konsentrasi, memicu pelanggaran disiplin seperti penggunaan ponsel saat pelajaran, serta membuat siswa kurang aktif. Untuk mengatasinya, guru menerapkan pendekatan personal, menegakkan aturan secara konsisten, dan menciptakan pembelajaran yang interaktif. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan mutu pendidikan memerlukan perbaikan fasilitas, pembaruan strategi pembelajaran berpusat pada siswa, serta kolaborasi antara sekolah, komite, dan orang tua.
Copyrights © 2026