Infeksi bakteri masih menjadi masalah kesehatan yang serius, salah satunya disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menimbulkan resistensi, sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Tangkai pinang (Areca catechu Lam.) memiliki potensi sebagai antibakteri karena kandungan senyawa metabolit sekundernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak tangkai pinang terhadap bakteri S. aureus serta pengaruh variasi konsentrasi terhadap zona hambat yang dihasilkan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, dilakukan pengujian antibakteri metode difusi cakram pada konsentrasi 3%, 4%, dan 5%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas, uji One Way ANOVA, serta uji lanjut Games-Howell. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya zona hambat pada semua konsentrasi yaitu 1,3 mm; 1,6 mm; dan 5,41 mm, yang meningkat seiring kenaikan konsentrasi. Analisis One Way ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak tangkai pinang (A. catechu Lam.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dalam kategori lemah pada konsentrasi 3% dan 4%, kategori sedang pada konsentrasi 5%.
Copyrights © 2026