Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Evaluasi Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Lukman Hardia; Yusnita La Goa; Eva Maya Sari; Muh. Ishar Difinubun; Irwandi Irwandi
Jurnal Pendidikan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/pendidikan.v11i2.2852

Abstract

Kebijakan MBKM secara umum memberikan hak belajar bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan selama tiga semester di luar program studi, antara lain: magang atau praktik kerja, proyek di desa, pertukaran pelajar, riset, wirausaha, studi independen, proyek kemanusiaan dan mengajar di sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut dapat dikelola oleh program studi ataupun di bawah koordinasi direktorat terkait di lingkungan UNIMUDA Sorong. Salah satu program MBKM yang diimplementasikan di Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNIMUDA Sorong adalah Program Membangun Desa. Program Membangun Desa yang dilaksanakan oleh mahasiswa FST diharapkan membawa manfaat bagi mahasiswa, masyarakat mitra, dosen, dan perguruan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan mahasiswa, dosen dan tendik tentang MBKM diatas 87%. Pengetahuan tentang MBKM diperoleh dari sosialisasi luring/daring UNIMUDA Sorong dengan angka 90% untuk mahasiswa, 92% untuk dosen dan 100% untuk tendik. Kesiapan kampus UNIMUDA Sorong untuk memfasilitasi program MBKM berupa kebijakan dan panduan serta kesiapan dosen menjadi pembimbing diatas 78%. Program MBKM yang paling diminati oleh mahasiswa di FST UNIMUDA Sorong adalah membangun desa dengan angka 62% yang ditandai dengan kegiatan membangun desa seperti PHP2D, P3D dan KPM. Program MBKM mulai diminati oleh mahasiswa, hal ini ditandai dengan hasil penelitian yang menunjukkan angka ketertarikkan pada program MBKM yaitu 74%.
Pengaruh Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam) Asal Sorong Papua Barat Terhadap Antihiperglikemia Pada Mencit (Mus Musculus) Levina Virginia Hermawan; Syahrul H Fabanyo; Mahmud Sulthon Khoiruzaman; Waode Nurwahida; Windi Nur Fadilah; Irwandi Irwandi
Biolearning Journal Vol 10 No 2 (2023): Biolearning Journal (Juli 2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalbiolearning.v10i2.3953

Abstract

Berada di bagian Timur Indonesia, Papua adalah provinsi yang sangat menarik untuk dieksplor. Tak hanya tempat wisata dan budayanya saja, tumbuhan langka di Papua juga sangat menarik untuk di kenali satu persatu, salah satunya Kuansu. Kuansu merupakan sebutan untuk buah merah di bagian Papua, namun dibagian Papua Nugini Namanya Marita. Tanaman buah merah (Pandanus Conoideus Lam), termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan dengan pohon menyerupai pandan berbentuk semak perdu atau pohon (Stone 1992 dan Heywood 1993 dalam Margaretha Kere dkk 2021). Buah merah ini, oleh masyarakat lokal Papua dimanfaatkan sebagai bahan makanan dan obat tradisional yang bisa mengobati penyakit degeneratif salah satunya diabetes melitus. Diabetes melitus adalah gangguan kesehatan yang berupa kumpulan gejala yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah (glukosa) akibat kekurangan atau pun resistensi insulin. Menurut (Castika & Melati, 2019) diabetes melitus juga merupakan suatu penyakit yang termasuk ke dalam kelompok penyakit metabolis, di mana karakteristik utamanya yaitu tingginya kadar glukosa dalam darah. Hal ini ditandai oleh hiperglikemia kronis beserta dengan gangguan metabolism lemak, karbohidrat, dan protein yang didapatkan dari efek sekresi insulin. Hiperglikemia merupakan keadaan dimana kandungan glukosa di dalam darah terindikasi berlebih (Melati Indah Sapitri, 2021). International Diabetes Federation (IDF) menerangkan pada tahun 2019 Indonesia menempati peringkat ketujuh di dunia dengan 10,7 juta jiwa pengidap diabetes. Dari sekian banyak pengidap diabetes, sekitar 2,5% dari keseluruhan pengidap baru menyadari bahwa dirinya menderita diabetes. Penyakit yang ditandai dengan hiperglikemia kronis ini menyebabkan rusaknya jaringan karena sel endotel (juga sel mesangial dan Schwann ginjal) dan juga sel lainnya yang tidak dapat membatasi transport glukosa. Kerusakan akibat gangguan proses metabolisme ini sering dihubungkan dengan perubahan fungsi yang permanen dan ireversibel dari suatu sel, terutama yang berhubungan dengan sistem vaskular yang mengarah pada gangguan klinis pada mata, ginjal dan sistem saraf. Sehingga, dari permasalahan tersebut kami akan membuat ekstrak buah merah Papua (Pandanus Conoideus Lam) yang akan dibuat dalam sediaan suspensi untuk membantu menurunkan resiko dari diabetes ini. Kata kunci: Buah Merah (Pandanus Conideus Lam), Diabetes Melitus,Papua
Antibacterial Effectiveness Test of Wrap Leaf Extract (Smilax rotundifolia) Against Escherichia coli and Propionibacterium acnes Bacteria Heti Aisyah; Irwandi Irwandi; Angga Bayu Budiyanto; A.M. Muslihin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.10699

Abstract

Diarrhea and acne, caused by the bacteria Escherichia coli and Propionibacterium acnes, are common illnesses in children and adults. Antibiotics can overcome bacterial infections, but cases of antibiotic resistance are increasing. This study aims to determine the effect of wrap leaf extract (Smilax rotundifolia) on the growth of P. acnes and E. coli. This research can support microbiology-based science learning that utilizes biodiversity for students. Phytochemical tests showed that the extract contained flavonoids, alkaloids and saponins. The results of antibacterial testing showed that wrap leaf extract was able to inhibit the growth of P. acnes bacteria from concentrations of 10% and 15% with an average inhibition of 5.31 mm and 6.42 mm, and the positive control (Amoxicillin) had an inhibition of 7.26 mm. However, E. coli did not show any inhibition zone. The Mann-Whitney test results showed that the wrapper leaf extract has antibacterial effectiveness by comparing the negative control with a concentration of 10% and 15% and the positive control with a concentration of 10%. There is a difference between the concentration comparison where the Sig.<0.05 value. Then, comparing the positive control with a concentration of 15% produces a Sig.>0.05 value, meaning there is no difference between the two.
UJI FISIK SEDIAAN SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN MANGROVE (Rhizophora mucronata) Rasi Fitri Yanti Tuasikal; Irwandi Irwandi; Lukman Hardia
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 2 No. 01 (2024): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v2i01.1715

Abstract

Caffeic acid, vanillic acid, p-hydroxy benzoic acid, tannins, kau-16-ene, benzophene, phenolic compounds of the flavonoid group, phenolic acids, and dihydroflavonol tannins are all present in mangrove leaves. Alkaloids, coumarins, flavonoids, phenols and polyphenols, quinones, resins, saponins, phytosterols, tannins, xantoprotins, pigments (chlorophyll, carotenoids), and sugars are just some of the substances that can be found in plants. This plant has potential as an antibacterial, antimalarial, antiviral, and antioxidant. The purpose of this study was to obtain the formulation of Mangrove leaf ethanol extract liquid soap preparation and also know the physical properties of black mangroves leaf extract liquid soap preparation. In this study, physical tests of preparations such as organoleptic tests, pH tests, viscosity tests, and foam height tests were carried out. The results in organoleptic test research meet SNI standards, the Ph test has a high pH value of F1 12.71, the dosage properties become more alkaline, the viscosity test results meet SNI standards, while for the high test F3 foam has a high value of 84.91 so that it exceeds the SNI standard.
UJI EFEKTIVITAS DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN KASTROLI (Euphorbia Heterophylla, L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI (Staphylococcus Aureus) Muhammad Raihan Bagaskara; Irwandi Irwandi; Ratih Arum Astuti
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 2 No. 01 (2024): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v2i01.1716

Abstract

Most infections are caused by bacteria. Bacteria that cause infections will continue to increase and will experience resistance, so it is necessary to optimize therapy, one of which is using plants that have antibacterial activity. The use of plants that have antibacterial properties is one treatment that can be used for infections caused by bacteria. One of the medicinal plants that needs to be developed is katroli (Euphorbia Heterophylla, L.). Traditionally, Indonesian people, especially in Eastern Indonesia, use castor oil as a cure for difficulty defecating. This study aims to determine the effectiveness of ethanol extract of castor leaves (Euphorbia Heterophylla, L.) with concentrations of 12.5 mg, 25 mg, 50 mg to inhibit the growth of bacteria (Staphylococcus Aureus). This research is a type of experimental research carried out using the disc diffusion method. The results of this research showed that there was a transparent zone on each paper disc with the concentration of ethanol extract of castor oil (Euphorbia Heterophylla, L.) known to be at a concentration of 50 mg. The diameter of the largest inhibition zone was 11 mm.
UJI EFEKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK ETANOL BUAH MERAH (Pandanus conoideus) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Nazla Wati Sanaky; Lukman Hardia; Irwandi Irwandi
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 2 No. 01 (2024): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v2i01.1717

Abstract

Many traditional plants have analgesic activity and can be used as alternative therapy. One plant that can be used for analgesic activity is Buah Merah (P. conoideus). Red fruit (Pandanus conoideus) is a medicinal plant that is well known and has proven its efficacy. The results of the phytochemical screening of red fruit, contained several active compounds, namely: tannins, flavonoids, saponins and alkaloids. The aim of this research is to determine the effectiveness of red fruit (P. conoideus) ethanol extract in providing an analgesic effect on mice (Mus musculus). This research used an analgesic meter and male mice as experimental animals. Each group was given treatment, the positive control group was given paracetamol, dose group 1 was given suspension with a concentration of 10%, dose 2 was given suspension with a concentration of 20% and dose group 3 was given 30% suspension then left for 30 minutes then placed on an analgesic meter until the mice writhe, then observe the response that appears. The response of mice from each group was observed for 30, 60, 90 and 120 minutes. The results of the one-way anova test showed that there was an influence and significant differences between the treatment groups. The results show that the ethanol extract of red fruit (P. conoideus) has an analgesic effect on mice (Mus musculus) and a concentration of 20% has the most effective analgesic activity.
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN MANGROVE (Rhizophora mucronata) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA MENCIT (Mus muscullus) Wiwik Triyani Wiwik; Irwandi Irwandi; Lukman Hardia
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 2 No. 01 (2024): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v2i01.1718

Abstract

Mangrove (Rhizophora mucronata) contains flavonoids, saponins and tannins. Compounds contained in mangrove leaves have antiinflammatory, anti viral and antimicrobial activites. Based on the compound, mangrove (Rhizophora mucronata) can be used an ointment for cuts. This study aims to test the preparation ofmangrove leaf ethanol extract ointment on the healing of cuts in mice. The process of extracting mangrove leaves (Rhizophora mucronata) uses the maceration method. In testing the ointment preparations, organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, spreadability tests and viscosity tests were carried out. Testing the effectiveness of wound healing using 5 groups consisting of 3 mice. Each group was giffen different treatment, namale K- was given an ointment base, K+ was given betadine ointment, F1 was given an ointment with a concetration of 2,5%, F2 was given an ointment with a concentration of 5% and F3 was given an ointment with a concentration of 7,5%. The results showed that the ointment met the standard organoleptic test requirements, test homogeneity, pH test, spreadability test and viscosity test. Based on the results of the incision test on mice, the most effective ointment preparation was a preparation with a concentration of 5%
UJI EFEK HIPOGLIKEMIK EKSTRAK BUAH MERAH (Pandanus conoideus L.) TERHADAP MENCIT (Mus musculus) Dika Rahayu; Lukman Hardia; Irwandi Irwandi
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 01 (2023): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i01.1719

Abstract

Buah merah (P. conoideus L.) merupakan salah satu tanaman endemik yang secara tradisional dimanfaatkan oleh masyarakat Papua dengan cara mengambil sari buahnya dan telah digunakan oleh masyarakat untuk pengobatan berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek hipoglikemik ekstrak buah merah (Pandanus conoideus L.) terhadap mencit (Mus musculus). Penelitian ini menggunakan hewan uji mencit jantan sebanyak 25 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit jantan. Kelompok K+ diberi glibenklamid 0,433 mg/kg BB yang disuspensikan dengan Na-CMC 2% (kontrol positif) , kelompok K- diberi Na-CMC 2% (kontrol negatif), kelompok P1, P2, dan P3 diberi ekstrak buah merah masing-masing 0,175 g, 0,35 g, dan 0,7 g. Pemberian dilakukan dengan cara peroral dengan volume pemberian 1 mL/25 g BB, dan pengukuran kadar glukosa darah dilakukan setelah menit ke 30, 60, 90, dan 120 dengan menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukan adanya aktivitas hipoglikemik pada mencit jantan yang diberikan glukosa secara oral. Konsentrasi dosis yang paling efektif dan memiliki efek sebanding dengan kontrol positif suspensi glibenklamid dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit yaitu konsentrasi dosis 0,175 gram.
Uji Toksisitas Subkronik Kombinasi Ekstrak Etanol Kunyit Dan Jahe Terhadap Fungsi Hepar Tikus Putih Angga Bayu Budianto; Irwandi Irwandi; A.M. Muslihin; Ratih Arum Astuti
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 02 (2022): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i02.1728

Abstract

Rimpang kunyit dan jahe merupakan tanaman tradisional yang berkhasiat sebagai antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas subkronik kombinasi ekstrak etanol rimpang kunyit dan jahe terhadap perubahan kadar SGPT, SGOT dan gambaran histopatologi organ hepar pada tikus putih. Metode ekstraksi yang digunakan adalah sokhletasi dengan pelarut etanol 70%. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih galur wistar jantan dan betina sebanyak 50 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol negatif (Tween 2%), dosis I (400 mg/kgBB), dosis II (700 mg/kgBB), dosis III (1000 mg/kgBB) selama 28 hari dan kelompok satelit (1000 mg/kgBB) ditambah 14 hari. Data hasil pemeriksaan SGPT dan SGOT dianalisis dengan menggunakan One Way Anova, hari terakhir tikus dikorbankan untuk dilihat gambaran histopatologi organ hepar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi ekstrak etanol rimpang kunyit dan jahe secara oral tidak memberikan efek toksik pada organ hepar tikus putih jantan dan betina yang dilihat dari hasil pemeriksaan kadar SGPT dan SGOT serta diamati dari parameter histopatologi.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Lidah Buaya Terhadap Penyembuhan Luka Full Thickness Ratih Arum Astuti; Irwandi Irwandi; A.M. Muslihin
JURNAL ETNOFARMASI Vol. 1 No. 02 (2022): JURNAL ETNOFARMASI
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalfarmasiunimuda.v1i02.1730

Abstract

Pengobatan tradisional dari tanaman herbal dan produk alam banyak digunakan oleh masyarakat sebagai perawatan dalam penyembuh luka. Tanaman lidah buaya (Aloe vera) terkonfirmasi memiliki efek terapetik dalam penyembuhan luka. Adanya kegagalan pada proses penyembuhan luka dapat menyebabkan ulserasi kronik bahkan infeksi. Pemilihan jenis sediaan yang sesuai akan memberikan keuntungan baik membantu penetrasi obat ke lapisan kulit maupun penggunaanya yang mudah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol lidah buaya dalam bentuk sediaan spray pada mencit model luka full thickness. Penelitian ini dilakukan dengan desain random matched post test only control group. Mencit yang digunakan adalah Balb/C jantan yang dibuat dalam 4 kelompok yaitu KS (kontrol grup), KN (basis spray), KP (oxoverin), KL (spray ekstrak etanol lidah buaya 1%). Pembuatan spray lidah buaya terdiri dari ekstrak etanol lidah buaya, DMSO dan aquabidest. Terapi dilakukan selama 14 hari dengan parameter rasio luas luka yang dianalisis menggunakan One Way Anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok ekstrak etanol lidah buaya 1% secara signifikan dapan menurunkan rasio luas luka (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah sediaan spray lidah buaya 1% mempercepat penyembuhan luka full thickness dengan pengaplikasian mudah dan resiko kontaminasi yang rendah.