Daun bandotan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai obat tradisional karena mengandung senyawa bioaktif, terutama flavonoid. Pemanfaatannya secara turun temurun oleh Masyarakat desa Tudu Aog, khususnya dalam mengatasi pendarahan pada luka iris, menunjukkan nilai etnomedisin yang penting. Namun, data kuantitatif mengenai kadar flavonoid dalam daun bandotan masih terbatas. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar flavonoid total pada ekstrak daun bandotan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini menerapkan metode eksperimental yang meliputi beberapa tahapan, yaitu proses maserasi, skrining fitokimia, fraksinasi, kromatografi lapis tips (KLT), Kromatografi Kolom, serta kromatografi lapis tipis preparative (KLTP) dan analisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil ekstraksi menunjukkan hasil rendemen sebesar 10,9%, skrining mengindikasikan adanya senyawa flavonoid secara positif, fraksinasi menghasilkan dua fase yaitu polar dan nonpolar, uji KLT dengan perbandingan 8:2 menghasilkan nilai Rf 0,76. Pemisahan menggunakan kromatografi kolom menunjukkan hasil yang optimal, pada KLTP diperoleh noda berwarna biru, merah dan ungu dan diidentifikasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis menunjukkan Panjang gelombang serapan maksimum pada 431 nm. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan rata-rata kadar flavonoid pada daun bandotan adalah 17,100 mgQE/g.
Copyrights © 2026