Riset ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan empiris untuk memahami sejauh mana mutu sistem ERP yang dioperasikan karyawan lini produksi dan logistik berkontribusi pada dua dimensi kinerja operasional: seberapa cepat dan hemat pekerjaan diselesaikan (efisiensi), serta seberapa tepat sasaran hasilnya (efektivitas). Enam dimensi mutu yang diteliti mencakup Kualitas Sistem, Kualitas informasi yang dihasilkan, responsivitas dukungan teknis, Kemudahan Penggunaan, keandalan fungsional modul spesifik, serta seberapa mulus integrasi data antara modul Produksi (PP) dan Logistik (MM/WM) berlangsung. Studi ini mengadopsi rancangan survei kuantitatif lintas-seksi. Instrumen kuesioner berskala Likert-5 disebar ke 104 karyawan operasional PT XYZ yang sehari-hari berinteraksi dengan sistem SAP ERP. Pengujian hipotesis dilakukan lewat regresi linier berganda menggunakan IBM SPSS Versi 26. Dari dua model regresi yang dibangun, diperoleh temuan bahwa keenam prediktor secara kolektif berpengaruh nyata terhadap efisiensi kinerja (F = 3,350; p = 0,005; R² = 0,172) maupun efektivitas kinerja (F = 5,311; p < 0,001; R² = 0,247). Pada tataran parsial, Kualitas informasi menjadi satu-satunya penentu signifikan efisiensi (β = 0,244; p = 0,024), sedangkan Kemudahan Penggunaan mendominasi efektivitas (β = 0,358; p < 0,001). Integrasi modul PP-MM memperlihatkan efek marginal terhadap efisiensi (β = 0,174; p = 0,082). Implikasi praktis dari temuan ini mengarah pada perlunya audit mutu data secara berkala dan pelatihan berbasis modul yang lebih intensif.
Copyrights © 2026