Kue jojorong merupakan salah satu makanan khas yang berasal dari Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya gizi dan kesehatan, maka perlu dikembangkan resep kue jojorong yang tidak hanya enak, tetapi juga bergizi sehingga dapat digunakan sebagai alternatif makanan fungsional guna menekan stunting. Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi yang memiliki kasus stunting terparah setelah Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara. Tujuan dari dilakukannya riset ini, yaitu untuk menganalisis proksimat dan organoleptik kue jojorong yang diformulasi dengan tepung tulang ikan dan Spirulina platensis. Riset ini dilaksanakan pada bulan Mei - Juli 2024. Metode yang dilakukan terdiri dari kultur Spirulina platensis, pembuatan tepung tulang ikan, dan pembuatan kue jojorong. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan P1 (7,5 gram tepung tulang ikan dan 0,6 gram Spirulina platensis) memiliki nilai yang mendekati dengan perlakuan P0. Kandungan gizi perlakuan P1 berdasarkan analisis proksimat adalah protein 2,805%, lemak 2,235%, kadar air 69,15%, kadar abu 1,19%, dan karbohidrat 24,62%. Perlu dilakukan riset lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan kue jojorong tersebut dalam menekan angka stunting.
Copyrights © 2026