Penciptaan karya seni lukis ini bertujuan untuk merefleksikan hubungan paradoks antara manusia dan anjing dalam konteks sosial dan budaya Bali. Anjing diposisikan tidak hanya sebagai objek visual, tetapi juga sebagai simbol kesetiaan, pengorbanan, dan ironi relasi manusia-hewan di tengah modernitas. Metode penciptaan yang digunakan adalah Design and Development (D&D) yang dipadukan dengan pendekatan practice-based research. Proses penciptaan dilakukan melalui tahapan analisis, perancangan, pengembangan, evaluasi, dan penyempurnaan karya. Hasil penciptaan berupa lima karya seni lukis yang terbagi ke dalam dua narasi utama, yaitu anjing sebagai sahabat manusia dan anjing sebagai makhluk yang mengalami keterasingan. Karya-karya tersebut diharapkan mampu menjadi media refleksi sosial serta sarana edukasi visual dalam menumbuhkan empati dan kesadaran etis terhadap kesejahteraan hewan.
Copyrights © 2025