Pada pembangunan proyek jln Lot 6a, jenis material tanah yang dijadikan timbunan mengacu pada spesifikasi pekerjaan tanah 2016. Area jembatan sine merupakan salah satu lokasi yang kondisi tanahnya tidak memenuhi spesifikasi teknik yang ada, karena termasuk dalam klasifikasi jenis tanah A-7-5 menurut AASHTO dan MH (Lanau elastis dengan pasir) menurut U.S.C.S., maka dari itu diperlukan stabilitas terhadap tanah tersebut. Adapun stabilisasi yang digunakan yaitu dengan menambah fly ash kelas F kedalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash terhadap nilai indeks plastisitas tanah lanau berpasir pada proyek pembangunan khususnya di area jembatan sine. Penambahan fly ash dilakukan dengan 3 variasi yaitu 15% (v1), 20% (v2), dan 25% (v3) dengan parameter pengujian diantaranya berat jenis (GS), batas cair (LL), batas plastis (PL), batas susut (SL), dan indeks plastisitas (PI). Hasil pengujian menunjukkan penurunan terbesar pada penambahan fly ash 25%(v3), dengan nilai pernurunan untuk berat jenis (GS) sebesar 19,33%, batas cair (LL) 13,20%, batas plastis (PL) 5,25%, batas susut (SL) 11,08%, serta indeks plastisitas (PI) 8,07%. Secara keseluruhan, penggunaan fly ash terbukti efektif dalam memperbaiki sifat fisis tanah lanau berpasir, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan stabilisasi alternatif untuk perbaikan tanah dasar (subgrade) pada proyek infrastruktur jalan. Kata kunci: fly ash, tanah lanau berpasir, sifat fisis tanah, stabilisasi tanah, pozzolan
Copyrights © 2026