Jalan merupakan infrastruktur penting yang mendukung mobilitas masyarakat sehingga kualitas perkerasan harus diperhatikan. Keterbatasan material filler mendorong pemanfaatan batu kapur sebagai alternatif sumber daya lokal. Penelitian ini bertujuan membandingkan penggunaan batu kapur giling asal Indarung dan Padang Panjang sebagai filler terhadap karakteristik Marshall pada campuran aspal HRS-WC (Hot Rolled Sheet–Wearing Course). Pengujian Marshall dilakukan pada variasi kadar filler 6-12% dan menunjukkan bahwa peningkatan kadar batu kapur Indarung cenderung meningkatkan stabilitas serta menurunkan flow campuran. Pada kadar 9%, batu kapur Indarung memenuhi seluruh persyaratan Marshall, yaitu VMA ≥ 18% dan VIM 3–6%, sedangkan batu kapur Padang Panjang menghasilkan stabilitas lebih tinggi namun tidak memenuhi persyaratan VMA. Analisis statistik menggunakan uji Mann–Whitney U menunjukkan nilai signifikansi 0,02 pada parameter VIM, VMA, dan VFB, sehingga perbedaan batu kapur Indarung dan Padang Panjang berpengaruh signifikan terhadap karakteristik rongga dan struktur internal campuran aspal, sedangkan stabilitas, flow, dan Marshall Quotient tidak berpengaruh signifikan terhadap kekuatan dan deformasi campuran HRS-WC. Kata kunci: batu kapur, Indarung, Padang Panjang, Filler, HRS-WC.
Copyrights © 2026