Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai inti, implementasi, tantangan, dan solusi filosofi progresivisme dalam Kurikulum Mandiri di tingkat sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan karena banyak sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan kontekstual meskipun terdapat hubungan filosofis yang kuat antara progresivisme dan Kurikulum Mandiri. Penelitian ini menggunakan metode Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) dengan prosedur PRISMA. Data dikumpulkan dari 120 artikel jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2016–2026 dari basis data Google Scholar, Scopus, ERIC, Crossref, Garuda, dan ScienceDirect. Setelah proses identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, 30 artikel dipilih dan dimasukkan dalam tinjauan akhir. Analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan progresif, praktik implementasi, tantangan, dan solusi pedagogis. Hasil menunjukkan bahwa 91,6% dari studi yang ditinjau menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai nilai dominan progresivisme dalam Kurikulum Mandiri. Penerapan pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kontekstual, eksplorasi lingkungan, dan media pembelajaran digital memberikan kontribusi positif terhadap kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan motivasi belajar siswa. Namun, tantangan utama meliputi kompetensi pedagogis guru yang terbatas (85%), fasilitas pendidikan yang tidak memadai, kesulitan dalam penilaian autentik, dan budaya belajar konvensional di sekolah dasar. Studi ini menyarankan bahwa penguatan pelatihan guru, komunitas belajar kolaboratif, integrasi budaya lokal, dan pemanfaatan teknologi pendidikan merupakan strategi penting untuk mengoptimalkan pembelajaran progresif di sekolah dasar. Keterbatasan studi ini terletak pada penggunaan data sekunder dari artikel jurnal tanpa observasi lapangan atau wawancara langsung.
Copyrights © 2026