Bronkopneumonia merupakan salah satu bentuk pneumonia yang paling sering terjadi pada anak-anak dan lansia, dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang masih tinggi, terutama di negara berkembang. Di wilayah kerja Puskesmas Salembaran Jaya, jumlah kasus bronkopneumonia pada balita meningkat dari 12 kasus pada Juli 2025 menjadi 17 kasus pada September 2025. Peningkatan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi lingkungan, status gizi, paparan polusi udara, serta rendahnya cakupan imunisasi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyuluhan kesehatan mengenai bronkopneumonia dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kelurahan Salembaran Jaya. Metode kegiatan meliputi registrasi peserta, pelaksanaan pre-test, pemberian materi edukasi, sesi diskusi interaktif, pelaksanaan post-test, serta pembagian leaflet informasi kesehatan. Dari 40 peserta yang hadir, sebanyak 35 orang menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan. Hasil analisis perbandingan skor pre-test dan post-test menunjukkan bahwa 82,86% peserta mengalami peningkatan pengetahuan ≥20 poin setelah intervensi edukasi. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan berperan signifikan dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait bronkopneumonia. Sebagai kesimpulan, intervensi edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat dan mendukung upaya pencegahan bronkopneumonia di tingkat komunitas. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif di wilayah kerja Puskesmas.
Copyrights © 2026