Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama terjadinya komplikasi kardiovaskular dan memerlukan pengelolaan secara berkelanjutan. Upaya pengendalian hipertensi dapat dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis keluarga, salah satunya melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian keluarga dalam implementasi penanaman TOGA sebagai upaya pendukung pengendalian hipertensi. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan mengenai hipertensi dan manfaat TOGA, pelatihan penanaman dan pemeliharaan tanaman obat, demonstrasi pengolahan tanaman obat, serta pendampingan kepada keluarga sasaran. Jenis tanaman yang diperkenalkan antara lain seledri, daun salam, bawang putih, kumis kucing dan serai yang memiliki potensi sebagai terapi komplementer dalam membantu mengontrol tekanan darah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam pemanfaatan TOGA, meningkatnya partisipasi keluarga dalam perawatan anggota keluarga yang menderita hipertensi, serta terbentuknya kebiasaan hidup sehat melalui pemanfaatan tanaman obat yang tersedia di lingkungan rumah. Pemberdayaan keluarga melalui implementasi penanaman TOGA dapat menjadi salah satu strategi berbasis masyarakat yang efektif dalam mendukung pengelolaan hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026