Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penguatan nilai tauhid dan kesadaran diri terhadap stabilitas emosi peserta didik sekolah dasar dalam konteks pendidikan Islam di era Society 5.0. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan emosional peserta didik, seperti rendahnya kemampuan pengendalian diri, perilaku impulsif, serta lemahnya ketahanan psikologis akibat pengaruh digitalisasi dan perubahan sosial. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain explanatory survey. Sampel penelitian berjumlah 82 peserta didik sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket berbasis skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, dan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai tauhid berpengaruh positif dan signifikan terhadap stabilitas emosi peserta didik dengan kontribusi sebesar 35,7%. Penguatan nilai tauhid juga berpengaruh signifikan terhadap kesadaran diri peserta didik sebesar 39,3%. Selain itu, kesadaran diri terbukti menjadi prediktor paling kuat terhadap stabilitas emosi dengan kontribusi sebesar 73,0%. Temuan penelitian menegaskan bahwa internalisasi nilai tauhid tidak hanya membentuk religiusitas peserta didik, tetapi juga memperkuat kesadaran diri dan kemampuan regulasi emosi. Novelty penelitian terletak pada integrasi dimensi spiritual Islam dan aspek psikologis dalam menjelaskan stabilitas emosi peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan Islam berbasis psikospiritual serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter dan kesehatan mental peserta didik di sekolah dasar.
Copyrights © 2026