Ketatnya persaingan di sektor keuangan mikro syariah menuntut lembaga Baitul Maal wa Tamwil (BMT) untuk mempertahankan retensi nasabahnya melalui pendekatan emosional-spiritual sekaligus profesional-rasional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis implikasi tingkat religiusitas dan kepercayaan terhadap loyalitas nasabah pada produk pembiayaan di BMT Maslahah Cabang Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden nasabah aktif pembiayaan. Analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui bantuan software SPSS. Hasil parsial (uji t) menunjukkan bahwa variabel religiusitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah (t hitung = 2,963; Sig = 0,005), mengonfirmasi bahwa kesadaran anti-riba dan komitmen spiritual mengunci kesetiaan nasabah. Sejalan dengan itu, kepercayaan kelembagaan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah (t hitung = 3,482; Sig = 0,001), membuktikan bahwa transparansi akad dan tata kelola yang amanah efektif mereduksi persepsi risiko finansial. Secara simultan, kedua variabel tersebut memengaruhi loyalitas nasabah secara signifikan dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar 61,5%. Studi ini menyiratkan bahwa pengintegrasian edukasi nilai syariah yang kuat serta pemeliharaan transparansi institusi yang tinggi menjadi prasyarat krusial bagi lembaga keuangan mikro syariah guna merawat retensi hubungan kemitraan jangka panjang di era digital.
Copyrights © 2026