Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesadaran halal terhadap perilaku konsumsi di kalangan Generasi Z di era digital melalui pendekatan tinjauan pustaka sistematis (systematic literature review). Penelitian ini menyintesis temuan dari studi empiris terpilih untuk mengidentifikasi faktor penentu utama, variabel mediasi dan moderasi, serta peran digitalisasi dalam membentuk perilaku konsumsi halal. Temuan mengungkapkan bahwa perilaku konsumsi halal dipengaruhi oleh kombinasi faktor personal, psikologis, dan kontekstual, termasuk religiusitas, pengetahuan, sikap, kepercayaan, sertifikasi, dan pengaruh sosial. Kesadaran halal memainkan peran yang penting namun tidak langsung, terutama berfungsi sebagai mediator alih-alih sebagai penentu langsung perilaku. Sikap dan kepercayaan muncul sebagai mekanisme kunci yang menghubungkan kesadaran dengan perilaku konsumsi, sementara faktor-faktor seperti harga, media sosial, dan paparan digital bertindak sebagai moderator yang memengaruhi kekuatan hubungan tersebut. Lebih lanjut, digitalisasi secara signifikan meningkatkan kesadaran dan kepercayaan melalui peningkatan akses informasi, interaksi sosial, dan mekanisme transparansi. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya kesenjangan nilai-perilaku (value–behavior gap) yang persisten, di mana tingkat kesadaran yang tinggi tidak selalu diimplementasikan ke dalam perilaku konsumsi yang nyata. Hal ini menyoroti kompleksitas konsumsi halal di era digital, khususnya di kalangan Generasi Z. Penelitian ini berkontribusi pada literatur dengan mengintegrasikan Theory of Planned Behavior (TPB) dan model Stimulus-Organism-Response (SOR) untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perilaku konsumsi halal. Temuan ini menawarkan implikasi teoritis, praktis, dan kebijakan untuk memajukan perkembangan industri halal dalam konteks digital.
Copyrights © 2026