Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Tellulimpoe, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng menjadi sorotan karena belum adanya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam menangani sampah rumah tangga. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi langsung terhadap 150 rumah tangga. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat (83,3%) membakar sampah, sementara sisanya membuang di lahan kosong atau badan air. Tidak ditemukan praktik daur ulang atau kompos. Temuan ini menunjukkan rendahnya kesadaran serta keterbatasan fasilitas yang tersedia. Hasil penelitian ini penting sebagai dasar untuk perencanaan intervensi edukatif dan penguatan kebijakan pengelolaan lingkungan di tingkat desa. Petani merupakan profesi yang dominan di kalangan penduduk Desa Tellulimpoe, sehingga ini dapat dimanfaat untuk membangun tradisi pengomposan alami.
Copyrights © 2026