Penelitian ini bertujuan mengkaji inovasi pengelolaan daging qurban melalui program Kornetmu LAZISMU dalam mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Latar belakang penelitian didasarkan pada praktik pengelolaan daging qurban di Indonesia yang masih cenderung konvensional dan musiman, sehingga berpotensi menyebabkan pemborosan pangan serta belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Kajian sebelumnya lebih banyak membahas distribusi qurban, filantropi Islam, dan aspek sosial keagamaan, sementara inovasi pengolahan daging qurban menjadi produk olahan yang mendukung ketahanan pangan masih terbatas dikaji. Penelitian ini menawarkan kebaruan melalui analisis model pengolahan daging qurban menjadi kornet sebagai bentuk inovasi filantropi Islam berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada program Kornetmu LAZISMU. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Kornetmu mampu meningkatkan nilai guna daging qurban melalui proses pengolahan menjadi produk yang lebih tahan lama, memperluas jangkauan distribusi manfaat, serta mengurangi potensi pemborosan pangan. Program ini berkontribusi terhadap empat pilar ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas. Dalam perspektif ekonomi Islam, program Kornetmu mencerminkan prinsip maslahah, keadilan distribusi, dan efisiensi pengelolaan sumber daya. Penelitian ini menegaskan bahwa Kornetmu berpotensi menjadi model pengelolaan qurban yang inovatif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026