Pondok Pesantren Al-Hikam Kemayoran, Bangkalan memiliki potensi untuk mengembangkan sistem pertanian hidroponik. Akan tetapi perlunya modal yang cukup besar sehingga diperlukan inovasi untuk meminimalisir pengeluaran. Program kerja tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Trunodjoyo Madura mengadakan sosialisasi dan pelatihan budidaya hidroponik menggunakan botol bekas sebagai inovasi hidroponik yang berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan adalah pendekatan dalam praktik pertanian yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pada tahapan sosialisasi dan pelatihan ini meliputi survei, persiapan, sosialisasi, dan pelatihan serta pendampingan berkelanjutan. Konsep yang diperkenalkan dalam mengelolah limbah berbahan plastik dan sampah plastik adalah 3R (Reuse, Reduce, Recycle). Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusias para santri tentang budidaya hidroponik dengan botol bekas. Selain itu meningkatkan kesadaran santri terkait pentingnya daur ulang sampah dan pemahaman tentang pertanian berkelanjutan. Budidaya hidroponik menggunakan botol bekas mendukung praktik pertanian berkelanjutan dengan meminimalkan penggunaan air serta tidak memerlukan lahan yang luas. Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan kesadaran lingkungan di Pondok Pesantren Al-Hikam Kemayoran.
Copyrights © 2026