Peningkatan timbulan sampah di Kota Batam menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, terutama karena dominasi sampah organik dan keterbatasan kapasitas tempat pemrosesan akhir. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi pemanfaatan sampah organik untuk produksi biogas melalui pendekatan anaerobic digestion sebagai alternatif pengelolaan sampah berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, data statistik, dan publikasi ilmiah periode 2020-2026. Analisis dilakukan melalui estimasi ketersediaan biomassa organik, potensi produksi biogas, dan energi yang dihasilkan menggunakan asumsi yield biogas sebesar 115 m CH/ton biomassa serta nilai kalor metana sebesar 10 kWh/m CH berdasarkan literatur terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kota Batam menghasilkan sekitar 1.185 ton sampah per hari dengan komposisi organik sebesar 51,98% atau setara 616 ton biomassa per hari. Biomassa tersebut berpotensi menghasilkan 70.840 m CH/hari dan energi sebesar 708.400 kWh/hari. Namun demikian, hasil yang diperoleh bersifat estimatif karena didasarkan pada data sekunder dan belum mempertimbangkan faktor operasional serta efisiensi aktual sistem anaerobic digestion di lapangan. Temuan ini menunjukkan bahwa sampah organik memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan sekaligus mendukung pengelolaan sampah dan pengembangan sistem waste-to-energy yang lebih berkelanjutan di Kota Batam.
Copyrights © 2026