Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika pernikahan dini di Kampung Lebakkuni Desa Julagajaya Kabupaten Bogor. Fenomena pernikahan dini masih menjadi persoalan sosial yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ekonomi, pendidikan, budaya, lingkungan sosial, keluarga, serta perkembangan media sosial dan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan dini di Kampung Lebakkuni dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga yang rendah, minimnya tingkat pendidikan, budaya masyarakat yang masih mendukung pernikahan usia muda, pengaruh lingkungan sosial, kurangnya pengawasan keluarga, serta perkembangan media sosial. Proses terjadinya pernikahan dini umumnya diawali oleh dorongan keluarga dan lingkungan sekitar yang menganggap pernikahan sebagai solusi terhadap masalah ekonomi maupun sosial. Pernikahan dini memberikan dampak terhadap pendidikan, kondisi psikologis, kesehatan reproduksi, ekonomi keluarga, serta kehidupan sosial masyarakat. Selain itu, praktik pernikahan dini juga menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan hak anak dan kesiapan mental dalam membangun rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan peran keluarga, masyarakat, sekolah, dan pemerintah dalam memberikan edukasi serta pencegahan terhadap praktik pernikahan dini di lingkungan masyarakat.
Copyrights © 2026