Rendang merupakan salah satu warisan kuliner Sumatera Barat yang diakui secara internasional sehingga mampu masuk dalam kategori World’s 50 Best Foods. Penelitian ini berfokus pada pengembangan dan modifikasi mesin penumbuk daging rendang melalui dua perbaikan utama: (1) perancangan ulang sistem kopling konis melalui penambahan kampas rem pada kopling jantan dan penyesuaian sudut konis untuk menghilangkan slip dan menstabilkan transmisi torsi, serta (2) penerapan sistem penekan berbasis pegas pengatur tekanan untuk meredam energi tumbukan berlebih sehingga serat daging tidak mengalami fragmentasi. Stabilitas transmisi dievaluasi melalui pengukuran fluktuasi RPM poros menggunakan tachometer digital selama 60 detik. Kualitas serat daging dievaluasi menggunakan pengukuran panjang serat secara visual dan pengukuran langsung menggunakan mistar digital. Pengujian dilakukan menggunakan daging rendang matang sebanyak ±2 kg per batch. Berdasarkan dari hasil modifikasi mesin memiliki dimensi 80 × 60 × 80 cm, sementara pada sistem kopling pada kopling jantan Ø10 × 7,5 cm dilapisi kampas serat 1 cm dan kopling betina Ø10 × 5 cm. Lebih lanjut, hasil pengujian menunjukkan putaran poros stabil pada ±1100-1140 RPM tanpa slip signifikan. Analisis energi menunjukkan pegas dengan konstanta 1100-1300 N/m mampu menyerap 59-73% energi impak sehingga energi efektif ke daging berada pada rentang aman 0,4-0,6 J. Modifikasi ini menghasilkan serat panjang 26-40 mm tanpa fragmentasi, serta peningkatan kapasitas produksi menjadi ±30 kg/jam, jauh dibandingkan dengan proses manual. Dengan demikian, mesin ini terbukti mampu meningkatkan efektivitas penumbukan, menjaga serat daging, serta meningkatkan kapasitas produksi rendang suir secara signifikan.
Copyrights © 2026