Lansia yang tinggal di panti werdha memiliki risiko depresi lebih tinggi dibandingkan lansia yang tinggal bersama keluarga, akibat perubahan peran sosial dan keterbatasan interaksi keluarga. Menurut teori psikososial Erikson, lansia berada pada tahap integritas ego versus keputusasaan (ego integrity vs despair), sehingga memerlukan refleksi diri menyeluruh terhadap perjalanan hidupnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan ego integrity lansia penghuni RPUK Muara Kasih Bogor melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) dengan pendekatan life review. Kegiatan dilaksanakan pada 24 lansia (16 perempuan, 8 laki-laki) berusia 60–82 tahun. Kegiatan dilaksanakan dengan 3 tahap, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Pada tahap pelaksanaan lansia diajak untuk menceritakan kembali perjalanan hidupnya secara kronologis, mulai dari masa kecil hingga proses adaptasi tinggal di panti yang terbagi menjadi 4 sesi dan dilakukan selama 2 hari dengan waktu masing-masing sesi 40 menit. Hasil kegiatan menunjukkan seluruh peserta mampu mengikuti rangkaian sesi terapi dan mengalami peningkatan ego integrity, ditandai dengan penerimaan yang lebih baik terhadap riwayat hidup, kemampuan menceritakan pengalaman masa lalu tanpa penyesalan berlebihan, serta sikap lebih tenang dalam menjalani kehidupan di panti. Terapi ini terbukti sebagai intervensi psikososial nonfarmakologis yang efektif, mudah diterapkan, dan berbiaya rendah, sehingga direkomendasikan diterapkan secara rutin di panti werdha untuk mendukung pencapaian ego integrity lansia secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026