Assessment awal medis rawat inap merupakan formulir untuk memulai proses asuhan pasien. Terdapat ketidaklengkapan pada formulir Assessment awal medis paru sebesar 78,9%, pada formulir Assessment awal medis bedah sebesar 92,5%, dan pada formulir Assessment awal medis umum sebesar 100%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian formulir Assessment awal medis rawat inap menggunakan teori kinerja Gibson serta menyusun upaya perbaikan dengan brainstorming. Riset ini berjenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan daftar pertanyaan tertulis, wawancara, observasi, dokumentasi. Subjek dalam riset ini yaitu dokter spesialis bedah, dokter spesialis paru, dokter umum, pelaksana analisis, kepala rekam medis, dan perawat ruang rawat inap. Hasil riset menjelaskan bahwa faktor individu dan faktor psikologi tidak menjadi penyebab ketidaklengkapan pengisian formulir Assessment awal medis rawat inap. Faktor organisasi yaitu tidak adanya sistem reward dan punishment kepada petugas apabila petugas mengisi formulir Assessment awal medis rawat inap dengan lengkap. Upaya perbaikan permasalahan tersebut yaitu pemberian reward dapat diberikan berupa pujian atau memasukkan petugas dalam pegawai teladan, punishment dapat berupa teguran secara lisan kepada petugas.
Copyrights © 2024