Pada era industri yang kompetitif, pengendalian kualitas menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing perusahaan, terutama dalam industri konveksi. Penelitian ini dilakukan di PT. XYZ yang berlokasi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan fokus pada pengendalian kualitas produk pakaian jenis T-Shirt. Berdasarkan data produksi periode September 2024 hingga Februari 2025, ditemukan rata-rata persentase kecacatan sebesar 2,8%, melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 2,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab cacat produk, serta memberikan usulan perbaikan yang tepat. Metode yang digunakan adalah Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi akar penyebab masalah secara sistematis, dan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) untuk menilai tingkat resiko kegagalan menggunakan Risk Priority Number (RPN). Hasil analisis menunjukkan bahwa penyebab utama cacat berasal dari proses penjahitan (47%), pemotongan (23%), sablon (20%), dan bahan baku (10%). Setelah dilakukan perhitungan RPN, ditemukan bahwa kegagalan terbesar berasal dari proses penjahitan dengan RPN tertinggi. Usulan perbaikan dilakukan berdasarkan pendekatan 5W+1H untuk meningkatkan efektivitas proses produksi dan meminimalkan kecacatan. Penelitian ini diharapkan dapat membantu Perusahaan dalam meningkatkan kualitas produk dan efesiensi produk.
Copyrights © 2026