CV. XYZ menangani permasalahan keterlambatan pengiriman yang berdampak pada menurunnya tingkat kepuasan pelanggan yang disebabkan oleh adanya aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dalam proses operasionalnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menghentikan dan memperbaiki kegiatan operasional guna meminimasi keterlambatan pengiriman menggunakan Lean Six Sigma dengan kerangka kerja DMAIC ( Define, Measure, Analyze, Improve, Control ). Evaluasi dilakukan dengan identifikasi alur kegiatan operasional, melakukan pengukuran kualitas operasional, hingga melakukan analisis akar penyebab permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional masih berada pada angka 3 sigma dengan waste waiting peringkat paling mendominasi dalam menambah lead time proses yang disebabkan oleh tidak adanya standarisasi sistem kerja dan kemampuan monitoring stok yang menyebabkan efek domino terhadap aktivitas lainnya, hal tersebut diketahui dengan melakukan analisis faktor man , method , machine , dan environment dengan menggunakan diagram tulang ikan . Usulan perbaikan yang diberikan meliputi perbaikan alur dan alur kerja serta penerapan sistem visualisasi monitoring stok dengan melakukan pengendalian perbaikan berupa Standar Operasional informasi Prosedur (SOP). Berdasarkan usulan perbaikan yang diberikan dapat mengurangi pemborosan yang terjadi dalam proses operasional serta meningkatkan efisiensi aliran proses sehingga dapat meminimalkan keterlambatan pengiriman pada CV. XYZ.
Copyrights © 2026